Selasa, 24 Juni 2014

FRIENDSHIP

Seorang Gadil Kecil Dan Kucing Kesayangannya Telah Merubah Saya Untuk Lebih Menghargai Mahluk Ciptaan Tuhan



Sudah dari kecil saya menyukai binatang, baik yang bersifat jinak untuk binatang peliharaan ataupun binatang liar. Di antara semua binatang yang bersifat jinak atau peliharaan seperti anjing, kucing, burung, ayam atau binatang ternak, favorit saya adalah anjing dan burung. Dan sudah beberapa kali saya pernah memeliharanya. Kalau untuk binatang yang sifatnya liar saya hanya suka mengamati atau menikmati. Misal senang pergi ke kebun binatang, melihat film dokumenter tentang binatang liar, atau saya memasang saluran tv kabel hanya untuk melihat acara Nat Geo WILD atau Animal Planet. Tetapi ada satu keanehan dalam diri saya, dan saya tahu betul akan hal itu. Mengaku sebagai orang pecinta binatang, tetapi saya paling membenci Kucing. Saya juga mempunyai alasan untuk hal ini. Kejadian waktu itu terjadi di pagi hari, sewaktu saya sedang menjemur burung yang baru selesai di mandikan, tiba - tiba burung itu di sambar kucing, selang beberapa lama burung itu mati. Saya sangat marah dan dendam. Sejak saat itu saya mulai membenci binatang  yang namanya Kucing. Saya membuat fatwa untuk semua kucing, yaitu "mati hukumnya bagi kucing yang memasuki pekarangan rumah saya". Kucing masuk ke dalam rumah,, saya bunuh. Kucing memasuki pekarangan,, saya kejar dan lempar. Apapun yang bisa saya lakukan untuk membuat kucing itu cedera atau mati tetap saya lakukan. Sudah beberapa ekor kucing mati di tangan saya.
Seorang gadis kecil Nayfa Aprilla Dahayu bersama sahabatnya Lalus, seekor kucing Persia-himalaya berumur 7 bulan

Beberapa tahun kemudian gadis kecil keponakan saya, Nayfa Aprilla Dahayu (adek) mulai beranjak besar.  Ternyata adek seorang anak penyayang binatang, sama seperti saya. Di hari ulang tahunnya yang ke 6, adek mendapat hadiah dari omanya seekor kucing Persia-himalaya, yang di beri nama Lalus. Atas persetujuan ibunya akhirnya kami sepakat memelihara dan mengurusnya bersama,, demi Nayfa. Sejak saat itu saya mulai terlibat langsung dengan binatang yang namanya kucing. Setiap hari adek selalu menghabiskan waktu luangnya untuk bermain bersama Lalus. Dia begitu bahagia dan sangat menyayangi Lalus layak nya seorang manusia. Awalnya saya tidak perduli dan tetap cuek jika melihat adek bermain bersama lalus. Saya hanya berfikir adek bermain dengan seekor kucing, binatang yang paling saya benci. Karena selalu bermain di depan saya, jadi saya kadang ikut memperhatikan. Jika ada kejadian yang lucu tentang lalus bersama adek, tanpa di sadari saya juga ikut tersenyum. Jika sedang di rumah sendirian, saya kadang memperhatikan lalus di balik kandangnya. Kadang saya juga membelianya. Melihat kebahagiaan adek bersama lalus, akhirnya saya berfikir,, "kenapa selama ini saya begitu sadis dan kejam terhadap kucing", yang kadang lucu dan bisa membuat hati orang bahagia. Kucing dan semua binatang di bumi ini juga ciptaan Tuhan. Kita manusia tidak berhak apalagi membunuh semua makluk ciptaan Tukan Akhirnya hati saya mulai tergerak. Sejak saat itu saya berjanji pada diri sendiri "mulai sekarang aku tidak akan berlaku sadis dan kejam lagi terhadap semua kucing, tanpa kecuali". Berakhirnya era kebencian saya terhadap kucing membuat hati saya lega, dan membuat kondisi kecintaan saya pada binatang serasa lengkap.

Dalam hidup ini kita tidak tau apa yang akan terjadi besok. Kadang hal - hal yang kecil tanpa kita sadari telah merubah kita. Perlakuan sayang gadis kecil Nayfa Aprilla Dahayu terhadap kucing peliharaannya telah merubah suasana hati saya untuk saling menghargai dan melindungi hak hidup semua makluk hidup ciptaan Tuhan yang bernafas.

Anthonny Caugar WNGWT
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar